Cara Mengatasi Suami dan Keluarga Anda Tidak Akur

Cara Mengatasi Suami dan Keluarga Anda Tidak Akur

Cara Mengatasi Suami dan Keluarga Anda Tidak Akur

Pada dasarnya, pernikahan itu tidak hanya menyatukan sepasang suami istri, tapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda. Untuk menyatukan sepasang suami istri saja sudah membutuhkan upaya yang sulit dan penuh tantangan, apalagi menyatukan 2 keluarga besar, tentunya jauh lebih menyulitkan. Pada posting kali ini, saya ingin bertanya kepada para istri. Jika suami anda tidak akur dengan keluarga besar anda, apa yang akan anda lakukan? Memang tidak mudah untuk memperbaiki keadaan seperti ini, tapi setidaknya saran dan solusi berikut ini sedikit bias membantu anda.
Pertama, Berikan Waktu Untuk Saling Mengenal
Langkah awal yang sebaiknya anda lakukan adalah memberikan waktu kepada suami dan keluarga anda untuk saling mengenal. Manfaatkan momen-momen berkumpulnya keluarga untuk bias mencairkan suasana, agar suami dan keluarga anda bias saling mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan biarkan suami anda absent dari setiap momen kumpul keluarga seperti itu.
Kedua, Selidiki Mengapa?
Ketika langkah awal di atas tidak berjalan sesuai harapan, cobalah anda berinisiatif mencari tahu alasannya kenapa keluarga anda tidak akur dengan suami anda, begitu juga sebaliknya. Di sini anda harus menjadi pendengar yang baik, jangan mengedepankan emosi. Dengarkan saja apa keluhan keluarga anda tentang suami anda, begitu juga anda harus mendengarkan apa saja keluhan suami anda selama berinteraksi dengan keluarga. Dengarkan saja, perlihatkan bahwa anda begitu peduli dengan keluhan mereka tanpa berkomentar terlebih dahulu.
Ketiga, Mulailah Berbicara Pada Kedua Pihak
Setelah anda mendengarkan setiap keluhan tersebut, cobalah formulasikan jalan tengah dan solusi yang lebih adil dan berimbang. Kemudian komunikasikan kepada kedua pihak sambil meluruskan permasalahannya seperti meluruskan kembali benang masalah yang kusut. Berusahalah agar kedua pihak bias memahami dan menerima solusi itu. Anda tidak perlu mempertemukan mereka secara formal, tapi cukup anda yang menjadi jembatan komunikasi. Jika kedua pihak mulai bias menerima, cobalah memanfaatkan kembali momen-momen kumpul keluarga tanpa harus membahas perseteruan itu. Biarkan saja interaksi mengalir secara alami tanpa direkayasa.
Semoga saran dan solusi di atas bias membantu dan menjadi inspirasi anda untuk memperbaiki keharmonisan suami dengan keluarga anda. Ingat! Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang terpenting bagi kita adalah tidak mengutamakan ego pribadi kita agar silaturahmi dengan keluarga pasangan tetap terjaga bagaimanapun kondisi yang anda hadapi dalam kehidupan rumah tangga anda.

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.